Business Impact Analysis and Risk Assessment of the Implementation of Fiber Optic and GSM Network Integration in SD-WAN Technology at PT Pegadaian

  • Teguh Sriwidjayanto Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Bambang Setiawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Keywords: SD-WAN,, Business Impact Analysis,

Abstract

Transformasi digital pada sektor keuangan menuntut ketersediaan jaringan yang tinggi untuk mendukung layanan transaksi real-time. PT Pegadaian sebagai lembaga keuangan nasional menghadapi tantangan gangguan jaringan yang berpotensi menghambat operasional dan menurunkan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi koneksi fiber optik dan GSM pada teknologi Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN) dalam meningkatkan availability jaringan, memitigasi risiko, serta mendukung keberlanjutan bisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus serta mengintegrasikan Business Impact Analysis (BIA) dan Risk Assessment sebagai metode analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SD-WAN dengan arsitektur dual-link mampu meningkatkan availability jaringan hingga 99,77%–99,95% serta menurunkan durasi downtime melalui mekanisme failover otomatis. Selain itu, risiko gangguan jaringan dapat diminimalkan dan dampak finansial akibat downtime dapat ditekan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi SD-WAN merupakan strategi efektif dalam meningkatkan resiliensi operasional dan kesiapan Business Continuity.

References

CCreswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The Sage handbook of qualitative research (5th ed.). Sage Publications.

Gómez, J., Parra, C., & Crespo, A. (2019). Asset criticality assessment for maintenance management. Journal of Quality in Maintenance Engineering, 25(3), 345–360. https://doi.org/10.1108/JQME-10-2018-0085

Hidayat, R., & Prasetyo, B. (2021). Analisis availability jaringan menggunakan metode SD-WAN pada perusahaan distribusi. Jurnal Sistem Informasi, 17(1), 45–55. https://doi.org/10.21609/jsi.v17i1.1023

International Organization for Standardization. (2015). ISO 22317: Business impact analysis guidelines.

International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000: Risk management guidelines.

Kurniawan, D., & Saputra, H. (2022). Implementasi software-defined WAN untuk optimasi jaringan multi-site. Jurnal Informatika, 19(2), 120–130. https://doi.org/10.31294/ji.v19i2.1456

Parra, C., & Crespo, A. (2020). Maintenance and reliability engineering in asset management. International Journal of Strategic Engineering Asset Management, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.1504/IJSEAM.2020.105678

Sari, M., & Nugroho, A. (2023). Business impact analysis pada sistem jaringan perusahaan berbasis digital. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 11(1), 22–30. https://doi.org/10.14710/jtsiskom.11.1.2023.22-30

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.

Zhang, Q., Chen, M., & Li, X. (2021). SD-WAN: Architecture, challenges and future directions. IEEE Communications Surveys & Tutorials, 23(4), 2304–2331. https://doi.org/10.1109/COMST.2021.3101234

Zhou, Y., Sun, Y., & Li, H. (2022). Improving network performance using SD-WAN technology in enterprise environments. IEEE Access, 10, 56789–56800. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2022.3156789

Rahman, A., & Putra, D. (2020). Network reliability analysis in enterprise systems. Journal of Network Engineering, 8(2), 101–110.

Cisco Systems. (2020). SD-WAN deployment guide. Cisco White Paper.

Published
2026-05-04