https://ojs.stmik-im.ac.id/index.php/INFORMASI/issue/feed INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi) 2026-08-20T03:31:23+00:00 Hendra Gunawan hendra@stmik-im.ac.id Open Journal Systems <p>INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi) diterbitkan oleh LPPM STMIK IM Bandung secara berkala (setiap dua kali pertahun), dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang Informatika dan Sistem Informasi. Artikel yang dipublikasikan dalam INFORMASI dapat berupa Artikel Penelitian maupun Artikel Konseptual (non-penelitian).</p> <p><strong>p-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1251799118&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2085-8795</a> (print), e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit?search=2715-7040" target="_blank" rel="noopener">2715-7040</a>&nbsp;(online)</strong></p> https://ojs.stmik-im.ac.id/index.php/INFORMASI/article/view/603 Implementasi Ensemble Stacking Dengan Pendekatan Sampling dan Logistic Regression Untuk Meningkatkan Akurasi Klasifikasi Penyakit Jantung 2026-08-20T03:31:19+00:00 Novandi Catur Aditya novandicaturaditya@gmail.com Aprilia Baiin 19220364@bsi.ac.id Ardiyansyah 19220364@bsi.ac.id Yeni Mustika 19220364@bsi.ac.id <p>Model kategorisasi yang akurat diperlukan untuk membantu identifikasi dini penyakit jantung, yang merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Permasalahan utama dalam klasifikasi adalah ketidakseimbangan data yang dapat menurunkan kinerja model. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akurasi klasifikasi penyakit jantung menggunakan metode <em>ensemble stacking</em> dengan pendekatan teknik sampling. Dataset yang digunakan adalah <em>Heart Failure Prediction Dataset</em> dari Kaggle sebanyak 918 data. Metode yang digunakan terdiri dari tiga <em>base learner</em>, yaitu <em>K-Nearest Neighbor, Naive Bayes, dan Random Forest</em>, serta <em>Logistic Regression</em> sebagai <em>meta-learner</em>. Penanganan data tidak seimbang dilakukan dengan empat skenario, yaitu tanpa sampling, <em>oversampling, undersampling, dan SMOTE</em>. Evaluasi dilakukan menggunakan <em>10-fold cross validation</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode stacking memberikan performa terbaik dibandingkan model tunggal. Akurasi tertinggi diperoleh pada skenario <em>oversampling</em> sebesar 95,57% dengan nilai <em>precision, recall, dan F1-score</em> sebesar 0,956. Metode ini efektif meningkatkan kinerja klasifikasi penyakit jantung</p> 2026-08-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi) https://ojs.stmik-im.ac.id/index.php/INFORMASI/article/view/627 Perancangan Sistem Informasi Formulir Informed Consent Dalam Menunjang Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit X 2026-08-20T03:31:21+00:00 Putri Wulandari Wahyudin lppm.piksi@gmail.com Sali Setiatin lppm.piksi@gmail.com Falaah Abdussalaam lppm.piksi@gmail.com <p>Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan menuntut pengelolaan dokumen medis yang terintegrasi, termasuk formulir <em>informed consent</em> sebagai dokumen klinis dan legal yang penting. Pelaksanaan <em>informed consent</em> di rumah sakit masih banyak dilakukan secara manual atau semi-digital melalui pemindaian dokumen, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan seperti ketidaklengkapan data, keterbacaan yang rendah, keterlambatan akses dokumen, dan risiko kehilangan berkas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi formulir <em>informed consent</em> berbasis elektronik yang terintegrasi dengan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan metode pengembangan sistem <em>Waterfall</em> yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu menghasilkan dokumen <em>informed consent</em> elektronik yang lengkap, terstruktur, dan terdokumentasi secara digital, dengan mendukung penggunaan tanda tangan digital oleh dokter, pasien atau wali, dan saksi. Pengujian sistem menggunakan metode <em>blackbox </em>menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Disarankan agar rumah sakit segera mengimplementasikan sistem ini secara penuh untuk meningkatkan efisiensi, kelengkapan rekam medis, dan keamanan data, mempermudah pengelolaan dokumen informed consent, dan mendukung penerapan RME dan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan yang berlaku.</p> 2026-08-18T03:29:06+00:00 Copyright (c) 2026 INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi)